Bab 1 Pendahuluan
Belajar adalah suatu proses dan
aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam
kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja, sehingga menjadi
dewasa, sampai ke liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang
hayat.
Istilah pembelajaran sering
diidentikan dengan pengajaran terlihat dalam redaksi Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan pasal 20 (tentang Standar Proses) dinyatakan: “Perencanaan proses
pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.”
A.
Belajar dan
Pembelajaran (Learn and Learning)
Belajar
adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,
meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, dan pengokohan kepribadian.
Dalam konteks menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan, menurut
pemahaman sains konvensional, kontak manusia dengan alam diistilahkan dengan
pengalaman (experience). Pengalaman yang terjadi berulang kali
melahirkan pengetahuan (knowledge) atau a body of knowledge.
Berkaitan
dengan pengaruh pengalaman terhadap belajar banyak sekali definisi para
panganut empirisme tentang belajar gage (1984) mendefinisikan belajar adalah
suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari
pengalaman.
Belajar
dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, tidak harus dalam kondisi formal di
dalam kelas, tetapi dapat secara informal, nonformal, siswa dapat belajar dari
alam atau dari peristiwa sosial sehari-hari.
B.
Pengajaran
(Teaching)
Pengajaran
dilaksanakan dalam suatu aktivitas yang kita kenal dengan istilah mengajar.
Pengajaran amat dekat dengan pengertian pedagogi. Pedagogi adalah seni atau
ilmu untuk menjadi guru. Istilah ini seringkali mengacu kepada strategi
pengajaran atau gaya mengajar. Istilah pedagogi berasal dari bahasa latin paidagogeo,
paid artinya anak, dan ago artinya memimpin, jadi secara harfiah
artinya memimpin anak.
Mengajar
adalah sebuah tindakan seseorang yang mencoba untuk membantu orang lain
mencapai kemajuan dalam berbagai aspek seoptimal mungkin sesuai dengan
potensinya (Moore, 2001:5, dalam Rosyada, 2004: 91).
C.
Pendekatan,
Metode, Teknik, dan Strategi Pembelajaran
Pendekatan
pembelajaran merupakan suatu himpunan asumsi yang saling berhubungan dan
terkait dengan sifat pembelajaran. Suatu pendekatan bersifat aksiomatik dan
menggambarkan sifat-sifat dan ciri khas suatu pokok bahasan yang diajarkan.
Contoh pendekatan pembelajaran adalah: pendekatan lingkungan, pendekatan
ekspositori dan pendekatan heuristik, pendekatan kontekstual, pendekatan
konsep, pendekatan keterampilan proses, pendekatan deduktif, pendekatan induktif,
pendekatan sains lingkungan teknologi masyarakat, STM ( science, technology
and, society, STS), pendekatan kompetensi, pendekatan holistik dan lainnya.
Metode
pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur langkah-langkah kegiatan
pembelajaran termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan.
Strategi
pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran yang terkait
dengan pengelolaan siswa, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber
belajar dan penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih aktif dan
efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Strategi pada
hakikatnya terkait dengan perencanaan atau kebijakan yang dirancang didalam
mengelola pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar