Kamis, 25 Juni 2020


BAB VII KONSEP PEMBELAJARAN 

A.    Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran
Donal P. Kauchak (Rosyada, 2004 : 129) menyarankan agar pengelolaan kelas oleh guru memperhatikan hal-hal sebagai hal-hal sebagai berikut.
1.      Ciptakan ruang kelas yang multidimensional, dan juga buatlah rancangan proses pembelajaran yang menggambarkan keragaman kemampuan belajar tersebut. Kelas multidimensional bukan berkonotasi fisik, tetapi rancangan pembelajarannya. Program pembelajaran yang sama, topik yang sama, dilaksanakan pada kelompok yang berbeda sesuai dengan indeks kemampuan belajar meraka. Penugasan-penugasan dirancang bersifat graduatif, sehingga baik kelompok yang berkemampuan tinggi maupun yang rendah tidak dirugikan. Pada akhir pelajar setiap kelompok menyampaikan hasil pelaksanaan tugasnya dalam sebuah kelompok besar yang konvergen yang merupakan penggabungan dari berbagai kelompok.
2.      Buatlah rancangan waktu yang fleksibel namun tetap dalam koridor satuan waktu yang ditetapkan kurikulum. Jika 1 jam pelajaran 35 menit misalnya, rancanglah bahwa anak-anak yang berkemampuan tinggi dapat menyelesaikan dalam waktu yang lebih cepat, sementara siswa dengan kemampuan rendah tetap dapat menyelesaikan tugas-tugasnya. Dalam hal ini dapat diberikan pengayaan kepada siswa-siswa yang berkemampuan lebih tinggi.
3.      Kelompokan siswa berdasarkan basis kemampuannya.
4.      Persiapkan strategi pembelajaran untuk kelompok yang lamban dengan strategi yang tidak saja akan mengantarkan mereka memahami tugas-tugasnya, tetapi juga akan mampu meningkatkan kemampuan belajar mereka.
5.      Gunakan tutorial sebaya dan belajar bersama untuk menambah kemampuan dan pengalaman mereka masing-masing.
Tugas Guru:
1.      Memberikan rangsangan kepada siswa dengan menyediakan tugas-tugas pembelajaran yang kaya dan terancang baik, untuk meningkatkan perkembangan intelektual, emosional, spiritual dan sosial siswa.
2.      Berinteraksi dengan siswa untuk mendorong keberanian, mengilhami, menantang, berdiskusi, berbagi, menjelaskan, menegaskan, merefleksi, menilai dan merayakan perkembangan, pertumbuhan, dan keberhasilan.
3.      Menunjukan keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari mempelajari suatu pokok bahasan.
4.      Menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa nyaman tinggal di kelas, menyenangkan, kondusif bagi terciptanya kreativitas dan inovasi juga demokratisasi, sehingga efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ini adalah esensi dari PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan).
5.      Selanjutnya seorang guru juga harus memfasilitasi, mendukung dan mengakomodasikan agar siswa mampu:
a.       Membangun pengetahuannya sendiri terkait pokok bahasan atau mata pelajaran melalui proses eksplorasi, interaksi, dan refleksi yang berpusat pada tugas pembelajaran yang kaya
b.      Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan pokok bahasan mata pelajaran, mengembangkan keterampilan berkomunikasi, memecahkan masalah, pemikiran logis, pemikiran kreatif, penggunaan teknologi, kemampuan mandiri dan saling ketergantungan;
c.       menggunakan keterampilannya agar dapat bekerja secara efektif, penuh percaya diri, peka dan penuh kejujuran dalam situasi yang penuh tantangan baru, kompleksitas, kendala perbedaan, bias, ketidaktentuan, dan berbagai kerancuan;
d.      berperan sebagai individu yang mampu memilih dan menggunakan secara bijaksana berbagai kaidah dan hukum keilmuan yang telah ada, prinsip-prinsip dan pola pikir yang melatarbelakangi berbagai hukum tersebut, menciptakan kaidah-kaidah baru agar dapat lebih efektif penerapannya sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung. Di sini peran siswa dikembangkan sebagai pengguna ilmu, penuntut ilmu, dan pencipta ilmu.
Pembelajaran yang menyenangkan seperti yang dikehendaki di atas, sebenarnya merupakan strategi, konsep dan praktik pembelajaran yang merupakan sinergi dari pembelajaran aktif. Pembelajaran bermakna, pembelajaran konstektual, dan psikologi perkembangan anak. Pembelajaran aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru wajib menciptakan suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, mengemukakan pendapat, berdebat dan berdiskusi, berbuat dan melakukan sesuatu, menunjukan dan mendemonstrasikan, berkarya, berketerampilan, berpikir aktif dan kritis memecahkan masalah, melakukan perenungan, refleksi dan evaluasi keberhasilan diri. Pembelajaran kreatif dimaksudkan agar guru mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, unik jika mungkin sehingga memenuhi berbagai tingkat kecakapan, minat dan gaya belajar siswa, yang mampu memfasilitasi timbulnya pemikiran dan karya kreatif siswa. Pembelajaran disebut efektif bila guru bersama-sama siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harusnya memang dikuasai siswa. Pembelajaran disebut menyenangkan jika suasana pembelajaran dapat menciptakan gairah belajar, menggembirakan hati siswa, membuat siswa nyaman di kelas atau di tempat belajar yang lain, sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh kepada belajar, artinya waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar