BAB VII KONSEP
PEMBELAJARAN
A.
Pengelolaan
Kelas Dalam Pembelajaran
Donal P. Kauchak (Rosyada, 2004 :
129) menyarankan agar pengelolaan kelas oleh guru memperhatikan hal-hal sebagai
hal-hal sebagai berikut.
1.
Ciptakan
ruang kelas yang multidimensional, dan juga buatlah rancangan proses
pembelajaran yang menggambarkan keragaman kemampuan belajar tersebut. Kelas multidimensional
bukan berkonotasi fisik, tetapi rancangan pembelajarannya. Program pembelajaran
yang sama, topik yang sama, dilaksanakan pada kelompok yang berbeda sesuai
dengan indeks kemampuan belajar meraka. Penugasan-penugasan dirancang bersifat
graduatif, sehingga baik kelompok yang berkemampuan tinggi maupun yang rendah
tidak dirugikan. Pada akhir pelajar setiap kelompok menyampaikan hasil
pelaksanaan tugasnya dalam sebuah kelompok besar yang konvergen yang merupakan
penggabungan dari berbagai kelompok.
2.
Buatlah
rancangan waktu yang fleksibel namun tetap dalam koridor satuan waktu yang
ditetapkan kurikulum. Jika 1 jam pelajaran 35 menit misalnya, rancanglah bahwa
anak-anak yang berkemampuan tinggi dapat menyelesaikan dalam waktu yang lebih cepat,
sementara siswa dengan kemampuan rendah tetap dapat menyelesaikan
tugas-tugasnya. Dalam hal ini dapat diberikan pengayaan kepada siswa-siswa yang
berkemampuan lebih tinggi.
3.
Kelompokan
siswa berdasarkan basis kemampuannya.
4.
Persiapkan
strategi pembelajaran untuk kelompok yang lamban dengan strategi yang tidak
saja akan mengantarkan mereka memahami tugas-tugasnya, tetapi juga akan mampu
meningkatkan kemampuan belajar mereka.
5.
Gunakan
tutorial sebaya dan belajar bersama untuk menambah kemampuan dan pengalaman
mereka masing-masing.
Tugas Guru:
1.
Memberikan
rangsangan kepada siswa dengan menyediakan tugas-tugas pembelajaran yang kaya
dan terancang baik, untuk meningkatkan perkembangan intelektual, emosional,
spiritual dan sosial siswa.
2.
Berinteraksi
dengan siswa untuk mendorong keberanian, mengilhami, menantang, berdiskusi,
berbagi, menjelaskan, menegaskan, merefleksi, menilai dan merayakan
perkembangan, pertumbuhan, dan keberhasilan.
3.
Menunjukan
keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari mempelajari suatu pokok bahasan.
4.
Menciptakan
suasana pembelajaran yang membuat siswa nyaman tinggal di kelas, menyenangkan,
kondusif bagi terciptanya kreativitas dan inovasi juga demokratisasi, sehingga
efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ini adalah esensi dari PAKEM
(pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan).
5.
Selanjutnya
seorang guru juga harus memfasilitasi, mendukung dan mengakomodasikan agar
siswa mampu:
a.
Membangun
pengetahuannya sendiri terkait pokok bahasan atau mata pelajaran melalui proses
eksplorasi, interaksi, dan refleksi yang berpusat pada tugas pembelajaran yang
kaya
b.
Mengembangkan
dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan pokok bahasan mata pelajaran,
mengembangkan keterampilan berkomunikasi, memecahkan masalah, pemikiran logis,
pemikiran kreatif, penggunaan teknologi, kemampuan mandiri dan saling
ketergantungan;
c.
menggunakan
keterampilannya agar dapat bekerja secara efektif, penuh percaya diri, peka dan
penuh kejujuran dalam situasi yang penuh tantangan baru, kompleksitas, kendala
perbedaan, bias, ketidaktentuan, dan berbagai kerancuan;
d.
berperan
sebagai individu yang mampu memilih dan menggunakan secara bijaksana berbagai
kaidah dan hukum keilmuan yang telah ada, prinsip-prinsip dan pola pikir yang
melatarbelakangi berbagai hukum tersebut, menciptakan kaidah-kaidah baru agar
dapat lebih efektif penerapannya sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung.
Di sini peran siswa dikembangkan sebagai pengguna ilmu, penuntut ilmu, dan
pencipta ilmu.
Pembelajaran yang menyenangkan
seperti yang dikehendaki di atas, sebenarnya merupakan strategi, konsep dan
praktik pembelajaran yang merupakan sinergi dari pembelajaran aktif. Pembelajaran
bermakna, pembelajaran konstektual, dan psikologi perkembangan anak. Pembelajaran
aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru wajib menciptakan
suasana pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya,
mempertanyakan, mengemukakan pendapat, berdebat dan berdiskusi, berbuat dan
melakukan sesuatu, menunjukan dan mendemonstrasikan, berkarya, berketerampilan,
berpikir aktif dan kritis memecahkan masalah, melakukan perenungan, refleksi
dan evaluasi keberhasilan diri. Pembelajaran kreatif dimaksudkan agar guru mampu
menciptakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, unik jika mungkin sehingga
memenuhi berbagai tingkat kecakapan, minat dan gaya belajar siswa, yang mampu
memfasilitasi timbulnya pemikiran dan karya kreatif siswa. Pembelajaran disebut
efektif bila guru bersama-sama siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai
dengan kompetensi dasar yang harusnya memang dikuasai siswa. Pembelajaran disebut
menyenangkan jika suasana pembelajaran dapat menciptakan gairah belajar,
menggembirakan hati siswa, membuat siswa nyaman di kelas atau di tempat belajar
yang lain, sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh kepada belajar,
artinya waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar