Kamis, 04 Juni 2020


BAB IX
KONSEP PEMBELAJARAN

Guru profesional yang demikian itu, dari segi kompetensi diisyaratkan cukup kompeten dalam hal: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional (pasal 3 ayat 2, PP No. 74/2008). Kompetensi dalam hal ini dimaksudkan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diartikulasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaanpembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi;
a.       Pemahaman wawasan atau landasa kependidikan
b.      Pemahaman terhadap peserta didik
c.       Pengembangan kurikulum atau silabus
d.      Perancangan pembelajaran
e.       Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f.        Teknologi pembelajaran
g.      Evaluasi hasil belajar
h.      Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Kompetensi kepribadian
Konsep kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang;
a.       Beriman dan bertakwa
b.      Berakhlak mulia
c.       Arif dan bijaksana
d.      Demokratis
e.       Mantap
f.        Berwibawa
g.      Stabil
h.      Dewasa
i.        Jujur
j.        Sportif
k.      Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
l.        Secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri dan
m.    Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk;
a.       Berkomunikasi lisan, tulis, dan isyarat secara santun
b.      Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
c.       Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik
d.      Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan
e.       Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
Sedangkan kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam meguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diampunya yang meliputi;
a.       Materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidik, mata pelajaran, kelompok pelajaran yang akan diampu
b.      Konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual manaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
A.    Peran Guru sebagai Insan Multidimensi
1.      Guru sebagai Guru
Istilah guru dengan demikian memilki konotasi yang agung. Dalam agama, salah satu fungsi rabb, Tuhan adalah guru. Sehingga guru sebagai guru sebenarnya merupakan insan kamil, manusia unggul yang mampu beradaptasi dan melakukan transformasi diri dan senantiasa bergelut dari suatu perbaikan ke perbaikan yang lain. Dalam istilah filsafat manusia, manusia yang demikian itu disebut Homo concors, manusia adaptif dan transformatif.
2.      Guru sebagai Teladan
Guru adalah model mental yang hidup bagi siswa. Kita ingat pemeo guru, sebagai digugu lan ditiru (ditaati dan ditiru), guru adalah uswatun hasanah (teladan yang baik).
Kualitas dan kekuatan dari teladan seorang guru berkaitan erat dengan karakter dan efektivitas guru. Makin efektif seorang guru maka makin tinggi pula potensi dan kekuatannya sebagai teladan.
3.      Guru sebagai Penasihat
Keliru jika kita menganggap bahwa hanya guru bimbingan dan penyuluha (BP) atau wali kelas saja, yang harus berperan sebagai penasihat, setiap  guru merupakan penasihat. Tempaan pengalaman dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan, membuat guru sebagai orang dewasa mampu mengembangkan berbagai metode, kiat dan cara untuk menghadapi da menyelesaikan tantangan masalah kehidupan. Berbeda dengan anak-anak, mereka belum memiliki kemampuan semacam itu. Untuk itu mereka memerlukan seorang pembimbing, penasihat, penyuluh, dan itulah gunanaya guru, that’s a teacher for.
4.      Guru sebagai Pemegang Otoritas
Guru sebagai pemegang otoritas tahu tentang sesuatu, yaitu pengetahuan tentang mata pelajaran yang diampunya, dan menyadari sepenuhnya bahwa ia tahu tentang sesuatu itu. Guru sebagai pemegang otoritas menguasai sepenuhnya meteri bahasan ynag menjadi tanggung jawabnya dan tidak segan-segan untuk selalu belajar menambah dan mengkinikan pengetahuannya.
5.      Guru sebagai Pembaru
Menjadi tugas guru untuk menerjemahkan sekaligus membahasakan berbagai karya IPTEK itu kepada murid dengan gaya bahasa yang baru yang mudah dipahami oleh siswanya. Inilah makna guru sebagai pembaharu, dia harus memperbarui seluruh “bahasa” dari karya agung manusia itu sehingga dapat dipahami lebih mudah oleh muridnya.
6.      Guru sebagai Pemandu
Sebagai pemandu guru menetapkan tujuan, arah dan aturan atau ketentuan perjalanan sesuai dengan keinginan dan kemampuan para siswa. Ia menentukan jalan yang harus dilewati (metode pembelajaran) membuat setiap aspek wisata lebih bermakna. Belajar adalah wisata, maka harusnya ia menarik, menyenangkan, menantang, membangkitkan gairah dna mempesona.
7.      Guru sebagai Pelaksana Tugas Rutin
Tugas rutin yang dikerjakan dan diselesaikan dengan baik akan menghasilkan suatu tatanan dan keyakinan yang penting bagi timbulnya karya kreatif.
8.      Guru Sebagai Insan Visioner
Guru adalah seorang yang visioner, insan yang memiliki visi pribadi dan dituntut untuk mampu memberikan ilham kepada muridnya agar memiliki visi tentang kemuliaan dan kebesaran. Guru yang visioner harus mampu menyemai benih, menumbuhkan dan mengembangkan visi mulia kemanusiaan semacam itu kepada muridnya.
9.      Guru sebagai Pencipta
Di dalam proses “penciptaannya”, guru juga sedang membentuk, mempengaruhi dan “menciptakan” seorang anak yang sedang tumbuh dan berkembang, dan biasanya proses penciptaan itu secara otomatis sering dilandasi cetakan pengelamannya sendiri. Dengan demikian guru merupakan seorang pencipta, seorang kreator yang sekaligus mampu membangkitkan daya kreativitas orang lain, anak didiknya.
10.  Guru sebagai Orang Yang Realistis
Guru belajar untuk memahami realitas dirinya sendiri maupun realitas yang terkait dengan relasinya dengan individu muridnya. Ia harus berani menghadapi realitas itu seraya membantu para siswanya untuk memaknai hubungan antar realitas, mengaitkan apa-apa yang dipelajari secara tekstual menjadi kontekstual. Realistis memang tidak selamanya membahagiakan, guru yang realistis berarti menerima keadaan pembelajaran apa adanya sambil selalu mencari jalan ke arah perbaikan-perbaikan.
11.  Guru sebagai Penutur Cerita dan Seorang Aktor
Salah satu kualitas penutur cerita, pendongen yang baik adalah bahwa dia tahu bagaimana menerapkan pengalaman dan gagasan, memahami derajat perkembangan intelektual, psikologis dan moral dari para pendengarnya sebagai titik awal.
Guru sebagai penutur kisah pada kenyataannya juga seorang aktor. Sebagai manusia ia memang Homo ludens, baik seorang pemain maupun seorang aktor dalam panggung sandiwara kehidupan.
12.  Guru sebagai Pembongkar Kemah
Guru adalah seorang pembongkar kemah (a breaker camp). Membongkar kemah adalah suatu idiom, makna sesungguhnya adalah suatu pola pikir atau sikap mental yang nonsistematis, berani mengambil resiko untuk meninggalkan cara berpikir dan sikap pandang lama yang sudah mapan.
13.  Guru sebagai Peneliti
Guru sebagai seorang peneliti adalah peneliti sejati, ia memiliki dan selalu memelihara semangat inkuiri yang tidak pernah padam. Ia tidak sekedar menyatakan ia sedang mencari tahu sesuatu, tetapi ia benar-benar sedang mencari tahu sesuatu.
14.  Guru sebagai Penilai
Sebagai pengajar seorang guru lebih berfokus kepada penilaian dalam situasi formal, tetapi sebagai pendidik guru mau tidak mau harus menilai dalam situasi formal, nonformal maupun informal, kapan saja dan dimana saja sepanjang terdapat interaksi langsung atau tidak langsung dengan anak didiknya. Karena guru yang unggul seharusnya menilai semua aspek kepribadian siswanya, potensi kognitif, afektif dan psikomotornya.
15.  Atribut Guruu Lainnya
Inilah atribut-atribut guru yang dinamis menurut para konstruktivis:
a.       Pemandu moral
b.      Pembangun (konstruktor)
c.       Ahli filsafat (philosopher)
d.      Fasilitator
e.       Pencari tahu sejati (the inquirer)
f.        Orang yang menjadi jembatan (bridger)
g.      Pembuat perubahan (the change maker)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar