BAB IX
KONSEP PEMBELAJARAN
Guru profesional yang demikian itu, dari segi kompetensi
diisyaratkan cukup kompeten dalam hal: kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional (pasal 3 ayat 2, PP
No. 74/2008). Kompetensi dalam hal ini dimaksudkan sebagai seperangkat
pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai,
dan diartikulasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam
pengelolaanpembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi;
a.
Pemahaman
wawasan atau landasa kependidikan
b.
Pemahaman
terhadap peserta didik
c.
Pengembangan
kurikulum atau silabus
d.
Perancangan
pembelajaran
e.
Pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f.
Teknologi
pembelajaran
g.
Evaluasi
hasil belajar
h.
Pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
Kompetensi
kepribadian
Konsep
kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang;
a.
Beriman
dan bertakwa
b.
Berakhlak
mulia
c.
Arif
dan bijaksana
d.
Demokratis
e.
Mantap
f.
Berwibawa
g.
Stabil
h.
Dewasa
i.
Jujur
j.
Sportif
k.
Menjadi
teladan bagi peserta didik dan masyarakat
l.
Secara
objektif mengevaluasi kinerja sendiri dan
m.
Mengembangkan
diri secara mandiri dan berkelanjutan
Kompetensi
sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, yang
sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk;
a.
Berkomunikasi
lisan, tulis, dan isyarat secara santun
b.
Menggunakan
teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
c.
Bergaul
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,
pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik
d.
Bergaul
secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem
nilai yang berlaku, dan
e.
Menerapkan
prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
Sedangkan
kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam meguasai pengetahuan
bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diampunya yang
meliputi;
a.
Materi
pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan
pendidik, mata pelajaran, kelompok pelajaran yang akan diampu
b.
Konsep
dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara
konseptual manaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata
pelajaran, atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
A.
Peran Guru sebagai Insan Multidimensi
1.
Guru
sebagai Guru
Istilah guru dengan demikian memilki konotasi yang agung. Dalam
agama, salah satu fungsi rabb, Tuhan adalah guru. Sehingga guru sebagai
guru sebenarnya merupakan insan kamil, manusia unggul yang mampu beradaptasi
dan melakukan transformasi diri dan senantiasa bergelut dari suatu perbaikan ke
perbaikan yang lain. Dalam istilah filsafat manusia, manusia yang demikian itu
disebut Homo concors, manusia adaptif dan transformatif.
2.
Guru
sebagai Teladan
Guru adalah model mental yang hidup bagi siswa. Kita ingat pemeo
guru, sebagai digugu lan ditiru (ditaati dan ditiru), guru adalah
uswatun hasanah (teladan yang baik).
Kualitas dan kekuatan
dari teladan seorang guru berkaitan erat dengan karakter dan efektivitas guru.
Makin efektif seorang guru maka makin tinggi pula potensi dan kekuatannya
sebagai teladan.
3.
Guru
sebagai Penasihat
Keliru jika kita menganggap bahwa hanya guru bimbingan dan
penyuluha (BP) atau wali kelas saja, yang harus berperan sebagai penasihat,
setiap guru merupakan penasihat. Tempaan
pengalaman dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan, membuat guru sebagai
orang dewasa mampu mengembangkan berbagai metode, kiat dan cara untuk
menghadapi da menyelesaikan tantangan masalah kehidupan. Berbeda dengan
anak-anak, mereka belum memiliki kemampuan semacam itu. Untuk itu mereka
memerlukan seorang pembimbing, penasihat, penyuluh, dan itulah gunanaya guru, that’s
a teacher for.
4.
Guru
sebagai Pemegang Otoritas
Guru sebagai pemegang otoritas tahu tentang sesuatu, yaitu
pengetahuan tentang mata pelajaran yang diampunya, dan menyadari sepenuhnya
bahwa ia tahu tentang sesuatu itu. Guru sebagai pemegang otoritas menguasai
sepenuhnya meteri bahasan ynag menjadi tanggung jawabnya dan tidak segan-segan
untuk selalu belajar menambah dan mengkinikan pengetahuannya.
5.
Guru
sebagai Pembaru
Menjadi tugas guru untuk menerjemahkan sekaligus membahasakan
berbagai karya IPTEK itu kepada murid dengan gaya bahasa yang baru yang mudah
dipahami oleh siswanya. Inilah makna guru sebagai pembaharu, dia harus
memperbarui seluruh “bahasa” dari karya agung manusia itu sehingga dapat
dipahami lebih mudah oleh muridnya.
6.
Guru
sebagai Pemandu
Sebagai pemandu guru menetapkan tujuan, arah dan aturan atau
ketentuan perjalanan sesuai dengan keinginan dan kemampuan para siswa. Ia
menentukan jalan yang harus dilewati (metode pembelajaran) membuat setiap aspek
wisata lebih bermakna. Belajar adalah wisata, maka harusnya ia menarik,
menyenangkan, menantang, membangkitkan gairah dna mempesona.
7.
Guru
sebagai Pelaksana Tugas Rutin
Tugas rutin yang dikerjakan dan diselesaikan dengan baik akan
menghasilkan suatu tatanan dan keyakinan yang penting bagi timbulnya karya
kreatif.
8.
Guru
Sebagai Insan Visioner
Guru adalah seorang yang visioner, insan yang memiliki visi pribadi
dan dituntut untuk mampu memberikan ilham kepada muridnya agar memiliki visi
tentang kemuliaan dan kebesaran. Guru yang visioner harus mampu menyemai benih,
menumbuhkan dan mengembangkan visi mulia kemanusiaan semacam itu kepada
muridnya.
9.
Guru
sebagai Pencipta
Di dalam proses “penciptaannya”, guru juga sedang membentuk,
mempengaruhi dan “menciptakan” seorang anak yang sedang tumbuh dan berkembang,
dan biasanya proses penciptaan itu secara otomatis sering dilandasi cetakan
pengelamannya sendiri. Dengan demikian guru merupakan seorang pencipta, seorang
kreator yang sekaligus mampu membangkitkan daya kreativitas orang lain, anak
didiknya.
10.
Guru
sebagai Orang Yang Realistis
Guru belajar untuk memahami realitas dirinya sendiri maupun
realitas yang terkait dengan relasinya dengan individu muridnya. Ia harus berani
menghadapi realitas itu seraya membantu para siswanya untuk memaknai hubungan
antar realitas, mengaitkan apa-apa yang dipelajari secara tekstual menjadi
kontekstual. Realistis memang tidak selamanya membahagiakan, guru yang
realistis berarti menerima keadaan pembelajaran apa adanya sambil selalu
mencari jalan ke arah perbaikan-perbaikan.
11.
Guru
sebagai Penutur Cerita dan Seorang Aktor
Salah satu kualitas penutur cerita, pendongen yang baik adalah
bahwa dia tahu bagaimana menerapkan pengalaman dan gagasan, memahami derajat
perkembangan intelektual, psikologis dan moral dari para pendengarnya sebagai
titik awal.
Guru sebagai penutur kisah pada kenyataannya juga seorang aktor.
Sebagai manusia ia memang Homo ludens, baik seorang pemain maupun
seorang aktor dalam panggung sandiwara kehidupan.
12.
Guru
sebagai Pembongkar Kemah
Guru adalah seorang pembongkar kemah (a breaker camp). Membongkar
kemah adalah suatu idiom, makna sesungguhnya adalah suatu pola pikir atau sikap
mental yang nonsistematis, berani mengambil resiko untuk meninggalkan cara
berpikir dan sikap pandang lama yang sudah mapan.
13.
Guru
sebagai Peneliti
Guru sebagai seorang peneliti adalah peneliti sejati, ia memiliki
dan selalu memelihara semangat inkuiri yang tidak pernah padam. Ia tidak
sekedar menyatakan ia sedang mencari tahu sesuatu, tetapi ia benar-benar sedang
mencari tahu sesuatu.
14.
Guru
sebagai Penilai
Sebagai pengajar seorang guru lebih berfokus kepada penilaian dalam
situasi formal, tetapi sebagai pendidik guru mau tidak mau harus menilai dalam
situasi formal, nonformal maupun informal, kapan saja dan dimana saja sepanjang
terdapat interaksi langsung atau tidak langsung dengan anak didiknya. Karena
guru yang unggul seharusnya menilai semua aspek kepribadian siswanya, potensi
kognitif, afektif dan psikomotornya.
15.
Atribut
Guruu Lainnya
Inilah atribut-atribut guru yang dinamis menurut para
konstruktivis:
a.
Pemandu
moral
b.
Pembangun
(konstruktor)
c.
Ahli
filsafat (philosopher)
d.
Fasilitator
e.
Pencari
tahu sejati (the inquirer)
f.
Orang
yang menjadi jembatan (bridger)
g.
Pembuat
perubahan (the change maker)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar