Kamis, 18 Juni 2020


BAB XI KONSEP PEMBELAJARAN
A.    Keterampilan Dasar Seorang Pengajar
1.      Bertanya, Mengajukan Pertanyaan
Guru bertanya atau menanyakan sesuatu kepada siswa bukanlah tanpa tujuan. Umumnya tujuan pertanyaan guru terhadap siswa terkait dengan hal-hal sebagai berikut.
a.       Mengetahui tingkat kemampuan siswa.
b.      Meningkatkan minat belajar siswa dengan cara memunculkan rasa ingin tahu siswa.
c.       Meningkatkan perhatian siswa terhadap sesuatau permasalahan, dengan menganrahkan perhatian siswa agar tetap fokus pada materi pembelajaran.
d.      Mengembangkan pembelajaran aktif, misalnya dengan cara tanya jawab yang terarah dan terpandu dimulai dari materi yang mudah sampai kepada yang sukar.
e.       Mendiagnosis kesulitan belajar
f.        Memeberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya, berargumen atau menanyakan kembali materi pembelajaran yang dipelajarinya.
g.      Membangun suasana demokratis dan keterbukaan dalam pembelajaran.
2.      Menjelaskan, Menerangkan
Pemberian penjelasan atau ceramah dapat digabungkan dengan kegiatan demonstrasi atau modeling (menampilkan model). Di samping menggunakan metode ceramah, metode lain yang erat dengan kegiatan menjelaskan yaitu metode tanya jawab dan metode diskusi.
Sumber lain, Gunawan (2004) menyampaikan minimal ada empat teknik untuk meningkatkan daya ingat, yaitu teknik memori, teknik rantaian kata teknik plesetan kata, dan teknik kata kunci.
3.      Modeling
Model bukan benda sesungguhnya tetapi mirip atau menyerupai. Model membantu siswa memperbarui struktur kognitifnya dan merupakan jembatan pemahaman terhadap peran dan fungsi objek sesungguhnya. Metode yang terkait dengan moeling misalnya metode bermain peran (role playing).
4.      Demonstrasi
Demonstrasi artinya guru menunjukan perilaku dan sifat-sifat sesuatu, mancoba sesuatu dihadapan siswa tanppa ada keharusan bagi siswa untuk mencobanya sendiri. Demonstarsi dapat dilakukan guruu di dalam kelas, di dalam laboratorium atau bahkan diluar kelas, di bawahh udara terbuka, di taman, kebun dan lain sebagainya. Demonstrasi dapat dilakukan dengan atau tanpa alat peraga. Demonstrasi dengan alat peraga banyak sekali macamnya, sedangkan demonstrasi tanpa alat peraga biasanya menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tubuh tertentu.
5.      Membangun Kolaborasi
Inti pembelajaran kolaboratif tentu saja harus terjadi diskusi, kontak langsung anatar orang per orang dan masing-masing individu diberikan kesempatan yang sama untuk mengutarakan pendapat dan gagasannya, dan pada akhirnya meraka diwajibkan untuk mengambil simpulan atau memecahkan masalah sesuai dengan tugas yang diberikan (tujuan pembelajaran).
6.      Memberikan Penguatan
Tujuan pemberian penguatan antara lain:
a.       Meningkatkan perhatian siswa
b.      Melancarkan atau memudahkan proses belajar
c.       Membangkitkan dan mempertahankan motivasi
d.      Mengontrol atau mengubah sikap ynag mengganggu menjadi tingkah laku belajar yang produktif
e.       Mengembangkan dan mengatur diri sendiri dalam belajar
f.        Mengarahkan kepada cara berpikir yang baik/divergen dan inisiatif pribadi.
7.      Memberikan Variasi
Variasi dalam pembelajaran antara lain bertujuan.
a.       Meningkatkan atensi peserta didik terhadap materi pembelajaran.
b.      Memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik dengan berbagai gaya belajar masinng-masinng untuk terkait dengan pembelajaran.
c.       Meningkatkan perilaku positif peserta didik terhadap pembelajaran.
d.      Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan potensi kognitifnya masing-masinng.
e.       Membuka kemungkinan bagi pelayanan terhadap siswa secara individual, sehingga setiap siswa merasa diperhatikan oleh guru.
f.        Meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi dan kuriositas melalui kegiatan observasi, investigasi, dan eksplorasi karena pengembangan inkuiri.
8.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pembelajaran
Kegiatan membuka dan menutup pembelajaran bertujuan untuk:
a.       Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan, sedang dan telah dipelajari.
b.      Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya
c.       Siswa dapat mengetahui pendekatan dan metode yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
d.      Memungkinkan siswa menyiapkan stuktur kognitifnya
e.       Memberikan kemungkinkan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip dan prosedur yang tercakup dalam suatu peristiwa pengalaman belajar
f.        Memungkinkan siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalm suatu pembelajaran.
9.      Learning by Teaching
Disini siswa yang bertugas sebagai guru bener-benar terlibat dalam rancangan pembelajaran, pemilihan metodologi dan lain sebagainya, hampir mirip dengan tugas seorang guru sesungguhnya, bedanya penilaian tetap dilakukan oleh seorang guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar