BAB XI KONSEP PEMBELAJARAN
A.
Keterampilan
Dasar Seorang Pengajar
1.
Bertanya,
Mengajukan Pertanyaan
Guru bertanya atau menanyakan sesuatu kepada siswa bukanlah tanpa
tujuan. Umumnya tujuan pertanyaan guru terhadap siswa terkait dengan hal-hal
sebagai berikut.
a.
Mengetahui
tingkat kemampuan siswa.
b.
Meningkatkan
minat belajar siswa dengan cara memunculkan rasa ingin tahu siswa.
c.
Meningkatkan
perhatian siswa terhadap sesuatau permasalahan, dengan menganrahkan perhatian
siswa agar tetap fokus pada materi pembelajaran.
d.
Mengembangkan
pembelajaran aktif, misalnya dengan cara tanya jawab yang terarah dan terpandu
dimulai dari materi yang mudah sampai kepada yang sukar.
e.
Mendiagnosis
kesulitan belajar
f.
Memeberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya, berargumen atau
menanyakan kembali materi pembelajaran yang dipelajarinya.
g.
Membangun
suasana demokratis dan keterbukaan dalam pembelajaran.
2.
Menjelaskan,
Menerangkan
Pemberian penjelasan atau ceramah dapat digabungkan dengan kegiatan
demonstrasi atau modeling (menampilkan model). Di samping menggunakan metode
ceramah, metode lain yang erat dengan kegiatan menjelaskan yaitu metode tanya
jawab dan metode diskusi.
Sumber lain, Gunawan (2004) menyampaikan minimal ada empat teknik
untuk meningkatkan daya ingat, yaitu teknik memori, teknik rantaian kata teknik
plesetan kata, dan teknik kata kunci.
3.
Modeling
Model bukan benda sesungguhnya tetapi mirip atau menyerupai. Model
membantu siswa memperbarui struktur kognitifnya dan merupakan jembatan
pemahaman terhadap peran dan fungsi objek sesungguhnya. Metode yang terkait
dengan moeling misalnya metode bermain peran (role playing).
4.
Demonstrasi
Demonstrasi artinya guru menunjukan perilaku dan sifat-sifat sesuatu,
mancoba sesuatu dihadapan siswa tanppa ada keharusan bagi siswa untuk
mencobanya sendiri. Demonstarsi dapat dilakukan guruu di dalam kelas, di dalam
laboratorium atau bahkan diluar kelas, di bawahh udara terbuka, di taman, kebun
dan lain sebagainya. Demonstrasi dapat dilakukan dengan atau tanpa alat peraga.
Demonstrasi dengan alat peraga banyak sekali macamnya, sedangkan demonstrasi
tanpa alat peraga biasanya menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tubuh tertentu.
5.
Membangun
Kolaborasi
Inti pembelajaran kolaboratif tentu saja harus terjadi diskusi,
kontak langsung anatar orang per orang dan masing-masing individu diberikan
kesempatan yang sama untuk mengutarakan pendapat dan gagasannya, dan pada akhirnya
meraka diwajibkan untuk mengambil simpulan atau memecahkan masalah sesuai
dengan tugas yang diberikan (tujuan pembelajaran).
6.
Memberikan
Penguatan
Tujuan
pemberian penguatan antara lain:
a.
Meningkatkan
perhatian siswa
b.
Melancarkan
atau memudahkan proses belajar
c.
Membangkitkan
dan mempertahankan motivasi
d.
Mengontrol
atau mengubah sikap ynag mengganggu menjadi tingkah laku belajar yang produktif
e.
Mengembangkan
dan mengatur diri sendiri dalam belajar
f.
Mengarahkan
kepada cara berpikir yang baik/divergen dan inisiatif pribadi.
7.
Memberikan
Variasi
Variasi dalam
pembelajaran antara lain bertujuan.
a.
Meningkatkan
atensi peserta didik terhadap materi pembelajaran.
b.
Memberikan
kesempatan kepada seluruh peserta didik dengan berbagai gaya belajar
masinng-masinng untuk terkait dengan pembelajaran.
c.
Meningkatkan
perilaku positif peserta didik terhadap pembelajaran.
d.
Memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat
perkembangan dan potensi kognitifnya masing-masinng.
e.
Membuka
kemungkinan bagi pelayanan terhadap siswa secara individual, sehingga setiap
siswa merasa diperhatikan oleh guru.
f.
Meningkatkan
kemungkinan berfungsinya motivasi dan kuriositas melalui kegiatan observasi,
investigasi, dan eksplorasi karena pengembangan inkuiri.
8.
Keterampilan
Membuka dan Menutup Pembelajaran
Kegiatan
membuka dan menutup pembelajaran bertujuan untuk:
a.
Menimbulkan
perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan, sedang dan telah
dipelajari.
b.
Memungkinkan
siswa mengetahui batas-batas tugasnya
c.
Siswa
dapat mengetahui pendekatan dan metode yang akan diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran.
d.
Memungkinkan
siswa menyiapkan stuktur kognitifnya
e.
Memberikan
kemungkinkan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip dan prosedur yang tercakup dalam suatu peristiwa pengalaman belajar
f.
Memungkinkan
siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalm suatu pembelajaran.
9.
Learning
by Teaching
Disini siswa yang bertugas sebagai guru bener-benar terlibat dalam
rancangan pembelajaran, pemilihan metodologi dan lain sebagainya, hampir mirip
dengan tugas seorang guru sesungguhnya, bedanya penilaian tetap dilakukan oleh
seorang guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar