Kamis, 11 Juni 2020


BAB X
KONSEP PEMBELAJARAN
A.    Landasan Pembelajaran
Pembelajaran dikondisikan agar mampu mendorong kreativitaa anak secara keseluruhan, membuat siswa aktif, mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi menyenangkan. Oleh sebab itu setiap pengejar harus berkeyakinan bahwa (Munnadar, 1999: 111-112)
1.      Belajar adalah sangat pemting dan menyenangkan.
2.      Anak patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik.
3.      Anak hendaknya menjadi pelajar ynag aktif.
4.      Anak perlu merasa nyaman dikelas
5.      Anak harus mempunyai rasa memiliki dan kebanggaan di dalam kelas.
6.      Guru merupakan narasumber (fasilitator, mediator) bukan polisi atau dewa.
7.      Guru memang harus kompeten, tetapi tidak perlu sempurna.
8.      Anak perlu merasa bebas untuk mendiskusikan masalah secara terbuka baik dengan guru maupun dengan teman sebaya.
9.      Kerja sama bernilai lebih dari pada kompetisi, walau pada akhirnya mereka harus bertanggung jawab secara pribadi.
10.  Pengalaman belajar (learning experiences) hendaknya dekat dan berasal dari pengalaman yang diperoleh dari dunia nyata (real world)
Pembelajaran efektif hanya mungkin terjadi jika didukunng oleh guru yang efektif. Pakar pendidikan
1.      Sifat, guru harus memiliki sifat antusias, memberi rangsangan, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi kepada tugas dan pekerja keras, toleran, sopan dan bijaksana, dapat dipercaya
2.      Pengetahuan, memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya, dan terus menerus mengikuti perkembangan dalam bidang keilmuannya
3.      Apa yang disampaikan, mampu memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasan, semua kompetensi dasar yang diharapkan siswa secara maksimal.
4.      Bagaimana mengajar, mapu menjelaskan berbagai informasi secara jelas dan terang.
5.      Harapan, mampu memberi harapan keada siswa.
6.      Reaksi guru terhadap siswa, mau dan mampu menerima berbagai masukan.
7.      Manajemen, mampu menunjukan keahlian dalam perencanaan.
B.     Kondisi Ideal Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ideal adalah agar murid mampu mewujudkan perilaku belajar yang efektif, diantaranya seperti yang dinyatakan oleh Ian James
1.      Perhatian siswa yang aktif dan terfokus kepada pebelajaran
2.      Berupaya dan menyelesaikan tugas dengan benar
3.      Siswa mampu menjelaskaan hesil belajarnya
4.      Siswa difasilitasi untuk berani menyatakan kepada guru apa-apa yang belum dipahami
5.      Siswa berani menyatakan ketidaksetujuan
6.      Siswa dimotivasi untuk berani meminta informasi yang relevan dengan topik bahasan lebih lanjut
7.      Setelah selesai mengrjakan suatu tugas, siswa terbiasa melakukan cek terhadap hasil kerja, jika menjumpai kesalahan sefera memperbaiki kesalahannya.
8.      Siswa didorong untuk terbiasa mencari alasan mengapa hasil kerja menjadi salah.
9.      Dalam mencoba menyelesaikan masalah siswa dibiasakan mengambil sebagai contoh pengalaman pribadi atau kehidupan nyata ataupun anekdot.
10.  Siswa dibiasakan bertanya dengan pertanyaan yang mencerminkan keingin tahuan.
11.  Siswa dimotivasi untuk mengembangkan isu yang muncul di kelas.
12.  Siswa dibiasakan membentuk atau mengembangkan kaitan antara topik dan subjek yang berbeda, atau antara kehidupan nyata dengan tugas-tugas sekolah.
13.  Bila menghadapi jalan buntu, siswa difasilitasi untuk mengacu hasil kerja terdahulu sebelum meminta bantuan kepada orang lain (guru, siswa lain).
14.  Doronglah siswa untuk dapat berinisiatif mewujudkan sejumlah kegiatan relevan.
15.  Fasilitasi agara siswa terbentuk sebagai pribadi yang tabah , tahn uji, tangguh, tidak mudah menyerah.
16.  Siswa diakomodasi untuk mampu bekerja sama selayakya (bukan dalam ujian)
17.  Tawarkan epada siswa gagasan alternatif atau pemahaman baru.
18.  Pertimbangkan semua gagasan atau alternatif pemecahan masalah.
19.  Lihatlah kemungkinan untuk mempeluas pemahaman.
Sementara itu para konstuktivis meyampaikan sejumlah kriteria agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif antara lain:
1.      Harus diciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan;
2.      Belajar yang menarik perhatian siswa adalah menyenagkan karena menantang, relevan, mengarah tujuan, serta di dukung dengan metode yang memungkinkan tercapainya keberhasilan;
3.      Hampir semua siswa dapat dan akan belajar bila didukung oleh guru dan lingkungan belajar yag efektif.
Terkait dengan pencapaian berbagai kriteria pembelajaran efektif tersebut di atas, Shulman, seorang konstruktivis yang lain, mendaftar sejumlah pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh guru. Pengetahuan itu antara lain meliputi:
1.      Pengetahuan tentang siswanya;
2.      Pengetahuan tentang subjek yang akan diajarkan;
3.      Pengetahuan umum tentang proses pembelajaran, manjemen kelas, serta organisasi pembelajaran;
4.      Pengetahuan tentang konten pedagogis yang meliputi: pengetahuan tentang kurikulum, baik materinya maupun program-programnya, pengetahuan tentang bagaimana mengajarkan berbagai pokok bahasa, pengetahuan tentang situasi dan konteks pendidikan, pengetahuan tentang tujuan pendidikan, tujuan umumnya dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar