BAB X
KONSEP PEMBELAJARAN
A.
Landasan
Pembelajaran
Pembelajaran dikondisikan agar mampu
mendorong kreativitaa anak secara keseluruhan, membuat siswa aktif, mencapai
tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi menyenangkan.
Oleh sebab itu setiap pengejar harus berkeyakinan bahwa (Munnadar, 1999:
111-112)
1.
Belajar
adalah sangat pemting dan menyenangkan.
2.
Anak
patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik.
3.
Anak
hendaknya menjadi pelajar ynag aktif.
4.
Anak
perlu merasa nyaman dikelas
5.
Anak
harus mempunyai rasa memiliki dan kebanggaan di dalam kelas.
6.
Guru
merupakan narasumber (fasilitator, mediator) bukan polisi atau dewa.
7.
Guru
memang harus kompeten, tetapi tidak perlu sempurna.
8.
Anak
perlu merasa bebas untuk mendiskusikan masalah secara terbuka baik dengan guru
maupun dengan teman sebaya.
9.
Kerja
sama bernilai lebih dari pada kompetisi, walau pada akhirnya mereka harus
bertanggung jawab secara pribadi.
10.
Pengalaman
belajar (learning experiences) hendaknya dekat dan berasal dari pengalaman yang
diperoleh dari dunia nyata (real world)
Pembelajaran efektif hanya mungkin terjadi jika didukunng oleh guru
yang efektif. Pakar pendidikan
1.
Sifat,
guru harus memiliki sifat antusias, memberi rangsangan, mendorong siswa untuk
maju, hangat, berorientasi kepada tugas dan pekerja keras, toleran, sopan dan
bijaksana, dapat dipercaya
2.
Pengetahuan,
memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya, dan
terus menerus mengikuti perkembangan dalam bidang keilmuannya
3.
Apa
yang disampaikan, mampu memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikannya
mencakup semua unit bahasan, semua kompetensi dasar yang diharapkan siswa
secara maksimal.
4.
Bagaimana
mengajar, mapu menjelaskan berbagai informasi secara jelas dan terang.
5.
Harapan,
mampu memberi harapan keada siswa.
6.
Reaksi
guru terhadap siswa, mau dan mampu menerima berbagai masukan.
7.
Manajemen,
mampu menunjukan keahlian dalam perencanaan.
B.
Kondisi
Ideal Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ideal adalah agar murid mampu mewujudkan
perilaku belajar yang efektif, diantaranya seperti yang dinyatakan oleh Ian James
1.
Perhatian
siswa yang aktif dan terfokus kepada pebelajaran
2.
Berupaya
dan menyelesaikan tugas dengan benar
3.
Siswa
mampu menjelaskaan hesil belajarnya
4.
Siswa
difasilitasi untuk berani menyatakan kepada guru apa-apa yang belum dipahami
5.
Siswa
berani menyatakan ketidaksetujuan
6.
Siswa
dimotivasi untuk berani meminta informasi yang relevan dengan topik bahasan
lebih lanjut
7.
Setelah
selesai mengrjakan suatu tugas, siswa terbiasa melakukan cek terhadap hasil
kerja, jika menjumpai kesalahan sefera memperbaiki kesalahannya.
8.
Siswa
didorong untuk terbiasa mencari alasan mengapa hasil kerja menjadi salah.
9.
Dalam
mencoba menyelesaikan masalah siswa dibiasakan mengambil sebagai contoh
pengalaman pribadi atau kehidupan nyata ataupun anekdot.
10.
Siswa
dibiasakan bertanya dengan pertanyaan yang mencerminkan keingin tahuan.
11.
Siswa
dimotivasi untuk mengembangkan isu yang muncul di kelas.
12.
Siswa
dibiasakan membentuk atau mengembangkan kaitan antara topik dan subjek yang
berbeda, atau antara kehidupan nyata dengan tugas-tugas sekolah.
13.
Bila
menghadapi jalan buntu, siswa difasilitasi untuk mengacu hasil kerja terdahulu
sebelum meminta bantuan kepada orang lain (guru, siswa lain).
14.
Doronglah
siswa untuk dapat berinisiatif mewujudkan sejumlah kegiatan relevan.
15.
Fasilitasi
agara siswa terbentuk sebagai pribadi yang tabah , tahn uji, tangguh, tidak
mudah menyerah.
16.
Siswa
diakomodasi untuk mampu bekerja sama selayakya (bukan dalam ujian)
17.
Tawarkan
epada siswa gagasan alternatif atau pemahaman baru.
18.
Pertimbangkan
semua gagasan atau alternatif pemecahan masalah.
19.
Lihatlah
kemungkinan untuk mempeluas pemahaman.
Sementara itu para konstuktivis
meyampaikan sejumlah kriteria agar pembelajaran dapat berlangsung secara
efektif antara lain:
1.
Harus
diciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan;
2.
Belajar
yang menarik perhatian siswa adalah menyenagkan karena menantang, relevan,
mengarah tujuan, serta di dukung dengan metode yang memungkinkan tercapainya
keberhasilan;
3.
Hampir
semua siswa dapat dan akan belajar bila didukung oleh guru dan lingkungan
belajar yag efektif.
Terkait dengan
pencapaian berbagai kriteria pembelajaran efektif tersebut di atas, Shulman,
seorang konstruktivis yang lain, mendaftar sejumlah pengetahuan prasyarat yang
harus dikuasai oleh guru. Pengetahuan itu antara lain meliputi:
1.
Pengetahuan
tentang siswanya;
2.
Pengetahuan
tentang subjek yang akan diajarkan;
3.
Pengetahuan
umum tentang proses pembelajaran, manjemen kelas, serta organisasi pembelajaran;
4.
Pengetahuan
tentang konten pedagogis yang meliputi: pengetahuan tentang kurikulum, baik
materinya maupun program-programnya, pengetahuan tentang bagaimana mengajarkan
berbagai pokok bahasa, pengetahuan tentang situasi dan konteks pendidikan,
pengetahuan tentang tujuan pendidikan, tujuan umumnya dan nilai nilai yang
terkandung di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar